Mengenal Silase, Teknik Pengawetan Pakan Hijauan untuk Hewan Ternak

Silase, istilah ini merujuk kepada teknik penyimpanan pakan ternak dengan metode fermentasi. Hasilnya, pakan ternak bisa disimpan hingga berbulan-bulan lamanya tanpa ada kerusakan sekaligus tetap bernilai gizi bagi hewan ternak. Lalu, bagaimana cara membuatnya?

Divisi Peternakan Walungan beserta Kelompok Ternak Pasir Angling, Suntenjaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, sendiri mulai membuat Silase untuk mensiasati fluktuasi Hijauan Pakan Ternak yang berbentuk rumput akibat perubahan musim selama satu tahun.

Indonesia sendiri merupakan wilayah tropis yang memiliki dua musim, y aitu: penghujan dan kemarau. Pada musim penghujan, umumnya para peternak akan mengalami surplus rumput. Bahkan, jumlahnya bisa berkali-kali lipat dari kebutuhan pakan hewan ternaknya. Sebaliknya, pada musim kemarau, produksi rumput menurun drastis. Penurunan ini membuat para peternak kesulitan untuk memberikan pakan rumput bagi ternaknya.

Silase sendiri berasal dari kata Bahasa Inggris “ensilage” yang bermakna makanan tandon atau makanan persediaan. Dalam prosesnya, Hijauan Pakan Ternak akan difermentasi dengan fokus pengasaman pada ruang kedap udara. Sebagai aktor utama proses ini adalah bakteri anaerob berjuluk Lactis Acidi dan streptococcus yang hidup dalam derajat keasaman 4. Setelahnya, hijauan pakan ternak tersebut akan kuat terhadap proses pembusukan yang disebabkan oleh jamur dan bakteri yang merugikan lainnya. Keuntungan lainnya, hewan ternak akan lebih mudah untuk mencerna makanannya.

Proses pembuatannya pun cenderung mudah. Berdasarkan catatan Riki Frediansyah, Ketua Walungan sekaligus penanggung jawab Divisi Peternakan, terdapat tiga tahapan proses untuk membuat Silase. Pertama, potong-potong Hijauan Pakan Ternak dengan ukuran kecil. Kemudian, campurkan Hijauan Pakan Ternak tersebut dengan konsentrat dengan rasio 3:10. Dalam hal ini, 10 Kilogram hijauan bisa dicampur dengan 3 Kilogram konsentrat.

Kedua, campurkan 250 mililiter molase dengan dua liter air sumur dan probiotik. Molase sendiri bisa terbuat dari ampas tebu atau gula merah. Sebaiknya, diamkan dulu molase selama empat jam agar nutrisinya meningkat. Selanjutnya, gabungkan campuran molase tersebut dengan campuran Hijauan Pakan Ternak dan konsentrat secara merata.

Ketiga, masukan adonan Silase tersebut ke tong plastik lalu padatkan, sehingga tidak ada rongga udara di dalamnya. Setelahnya, tutup rapat dan simpan wadah penyimpanan tersebut selama minimal empat pekan. Untuk hasil maksimal, goncangkan wadah adonan setiap dua hari sekali. Silase yang berhasil matang ditandai dengan wangi harum dan tidak berbau. Sebaliknya, bila berbau dan berwarna hitam, proses pembuatan Silase tersebut kemungkinan besar gagal.

Perlu diperhatikan, berikan Silase secara bertahap kepada hewan ternaknya. Campurkan juga Silase dengan rumput segar untuk menghindari kembung pada hewan ternak. Adapun komposisi campuran Silase dan rumput segar dilakukan secara bertahap, sesuai dengan kondisi hewan ternaknya.

Pada hari pertama hingga ketiga, sebaiknya berikan Silase dengan rasio satu bagian Silase dan tiga bagian rumput segar. Pada hari keempat hingga keenam, rasio pemberian bisa satu berbanding satu antara Silase dan rumput segar. Setelah sepekan, rasio pemberian bisa tiga bagian untuk Silase dan satu bagian untuk rumput segar.***

%d bloggers like this: