Bangun Jejaring Domba Berdaya, Bangun Peternakan Desa Berjaya

Membuka tahun 2022, Divisi Peternakan Walungan mulai membudidayakan domba berkualitas di Pasir Angling. Program berjuluk Jejaring Domba Berdaya ini memfokuskan diri untuk membiakkan domba-domba bermutu super di Sunten Jaya. Masyarakat pun diajak untuk terlibat secara aktif dalam program ini.

Riki Frediansyah, Ketua Walungan, menyampaikan bahwa program ini merupakan kepanjangan dari pembangunan Kandang Breeding Walungan di Pasir Angling. Sejak akhir 2021 lalu, kandang ini sudah berpenghuni 10 ekor betina dengan 19 ekor jantan di kandang penggemukan sekaligus sebagai pendamping pembiakan betina. Domba-domba ini berkualitas super dan langsung didatangkan dari Garut, Jawa Barat. Pada bulan Februari 2022 ini, rencananya Divisi Peternakan akan mendatangkan kembali sekitar empat domba jantan lagi ke Pasir Angling untuk tujuan pembiakan domba super Pasir Angling.

Lebih lanjut, Riki menyampaikan bahwa domba-domba tersebut sedang memasuki masa adaptasi saat ini. Domba-domba jantan sedang diperkenalkan kepada para dombaa betina dengan cara dimasukkan ke dalam kandang pembiakan sebanyak tiga kali dalam sepekan. Nantinya, proses pembiakan akan dimulai dengan rasio antara jantan dan betina sebesar 1:10. Mereka akan berada di dalam kandang selama dua bulan untuk melakukan proses perkawinan.

Program pembiakan domba sendiri muncul dari masalah minimnya bibit ternak berkualitas baik di Pasir Angling. Dalam konteks peternakan hewan mamalia, Riki melihat bahwa para peternak terbiasa mengawinkan hewan ternak yang memiliki kedekatan hubungan darah. Kebiasaan ini justru menurunkan kualitas hewan, bahkan membuat ternak jadi lebih mudah terserang penyakit. “Salah satu indikatornya (domba berkualitas rendah) terdengar dari suaranya yang kecil dan lebih mirip kucing,” ungkapnya. “Domba bagus itu suaranya besar dan gagah,” lanjutnya.

Penyandang gelar dokter hewan ini juga menjelaskan bahwa semua aktivitas ini merupakan bagian dari usaha Walungan untuk membangun sistem plasma nutfah domba berkualitas super di Pasir Angling. Divisi Peternakan sendiri berperan sebagai plasma inti yang menjaga kualitas anakan domba yang dibiakkan di Kandang Breeding.

Selanjutnya, masyarakat diajak untuk memelihara dan membesarkan anak-anak domba tersebut sampai usia dewasa. Saat ini, sudah ada dua betina bunting yang dipelihara masyarakat sebagai uji coba program ini. Setelah satu hingga dua tahun dan berat badannya mencapai bobot ideal, maka domba tersebut akan dijual. Hasil penjualannya akan dibagi dua antara masyarakat sebagai perawat domba dan Walungan sebagai penyuplai bibit domba. Dengan cara ini, Riki berharap masyarakat merasa memiliki dan aktif membangun ekosistem peternakan domba di Pasir Angling.

Domba sendiri merupakan ternak khas Pasir Angling dan masyarakat desa pegunungan di Indonesia, khususnya pada masa lampau. Cara merawatnya pun jauh lebih mudah dibandingkan dengan hewan ternak mamalia yang lebih besar lainnya. Namun, pamornya menurun seiring dengan tingginya kebutuhan susu dan daging sapi secara nasional.

Saat ini, hanya ada sekitar empat titik peternakan domba di Pasir Angling. Meskipun demikian, Riki optimis bahwa peternakan domba akan kembali menjadi tradisi masyarakat pedesaan di wilayah pegunungan. Salah satu faktornya didorong oleh tren pasar domba yang sudah mulai meningkat dalam satu dasawarsa terakhir. Oleh karena itu, dirinya dan Walungan serta masyarakat peternak domba Pasir Angling mulai membangun program Jejaring Domba Berdaya. “Semoga, tahun 2024 kami sudah mandiri menyuplai bibit domba berkualitas,” harapnya, sederhana.***

%d bloggers like this: