Walungan Rintis Aktivitas BimBelMat untuk Anak-anak Pasir Angling

BimbelMat ini diampu oleh Rika Fitria, pengajar Matematika di Bandung. Kegiatan ini digelar di Basecamp Walungan PasirAngling yang diikuti oleh 8 orang siswa SD dan SMP asal Pasir Angling. Setiap Sabtu dua pekan sekali, mereka akan mengeksplorasi konsep dan kegembiraan dalam belajar Matematika.

Walungan melalui Divisi Pendidikan memulai aktivitas Bimbingan Pembelajaran Matematika (BimBelMat) untuk siswa SD dan SMP di Kampung Pasir Angling, Suntenjaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu, 28 Agustus 2021. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan program Literasi dan Pendidikan Walungan sekaligus memfasilitasi kesulitan anak-anak Pasir Angling dalam aktivitas Pembelajaran Jarak Jauh.

Riki Frediansyah, Ketua Walungan, menyampaikan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat Walungan kepada masyarakat Pasir Angling. Menurutnya, anak-anak di Pasir Angling mengalami kesulitan belajar ketika pandemi COVID19 melanda Indonesia. “Banyak siswa yang terkendala kuota untuk belajar daring, sehingga tidak mampu memahami topik pembelajaran di sekolah,” papar lulusan IPB ini.

Setelah mengikuti BimBelMat Walungan ini, Riki menyampaikan bahwa anak-anak merasa sangat senang, antusias, dan bersemangat. Respon anak-anak ini didapatnya dari kuesioner yang dibagikan selepas kegiatan berlangsung. “Bahkan para peserta ingin membahas tugas sekolahnya di BimBelMat,” kisahnya.

Dari pantauan Riki selama berkegiatan, anak-anak tampak rileks dalam belajar Matematika. Mereka duduk dengan tenang dan nyaman dengan mode lesehan, lalu aktif berdialog dengan pengajarnya. Selain itu, anak-anak juga senang dan cocok dengan metode pengajaran dalam BimBelMat. Mereka diajak untuk bermain dengan angka, sehingga membuat Matematika berubah menjadi topik yang menyenangkan untuk dieksplorasi.

Ke depan, kegiatan ini akan terus dikembangkan oleh Walungan sebagai bagian dari program riset dalam sektor pendidikan pedesaan. Riki berharap, BimBelMat ini bisa memunculkan model pembelajaran yang cocok bagi anak-anak di desa dengan pendekatan: menyenangkan, motivatif, tepat guna, penuh wawasan, dan reflektif.

Riki juga berencana untuk memperkuat aktivitas BimBelMat dengan membangun perpustakaan di Pasir Angling. Di dalamnya, perpustakaan ini akan berisi buku-buku yang berkualitas sekaligus sesuai dengan kebutuhan masyarakat Pasir Angling. “Semoga perpustakaan ini bisa melahirkan anak-anak Pasir Angling dengan wawasan yang lebih luas di luar topik pembelajaran di sekolah sekaligus bercita-cita tinggi setelah menamatkan pendidikan dasar,” ungkap Riki, penuh harap. ***

%d bloggers like this: