Skip to main content
anak lihat jawaban

Program Pemakmuran Mesjid di Kampung Pasir Angling

 

Laporan Pemantapan Proses Kegiatan Belajar Mengajar Metoda Iqra Guru TKA-TPA Al-Musyawarah 
Kampung Pasir Angling, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 13 JANUARI 2018

 

1. Dasar Pemikiran

Pendidikan adalah merupakan hak setiap individu yang perlu diberikan secara maksimal demi terwujudnya individu yang mandiri sesuai dengan yang tercantum dalam UU. No.20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3 :

“Bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab “.

Program Pemakmuran Mesjid Yayasan Walungan merupakan salah satu program yang focus pada pendidikan dan kegiatan anak dalam lingkup mesjid. Tujuan dari program ini adalah memberikan dukungan kepada mesjid dimana Yayasan Walungan berkarya yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102).

Kampung Pasir Angling merupakan tempat Yayasan Walungan berkarya melihat adanya kebutuhan kegiatan pendidikan anak di mesjid yang lebih terprogram dan mempunyai tujuan yang jelas.


Taman Pendidikan Al-Quran sebuah wadah kegatan pendidikan anak-anak dalam mempelajari syiar Agam Islam melalui kegiatan pengajian rutin yang dilalukan oleh beberapa guru ngaji.

Diharapkan melalui “Pemantapan Peoses Kegiatan Belajar Mengajar Metoda Iqra“ bisa memberikan pengetahuan dan keterampilan pada guru-guru dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar membaca Al-Quran dan lainnya pada anak, sehingga anak menjadi senang dan tumbuhnya kreatifitas anak yang lebih baik lagi.

“Sudah bertahun-tahun kami tidak punya wadah serta tidak ada yang menyatukan kami , Alhamdulillah hari ini bisa terwujud niat kami ini….” Statement Pak Cecep dan Pak DKM, Balai RW, 13 Januari 2018.

 

2. Laporan Kegiatan

Kegiatan Pemantapan Kegiatan Belajar Mengajar Metoda Iqra ini diikuti oleh guru-guru ngaji Kampung Pasir Angling yang telah memulai kegiatan pengajian anak.
Secara umum kegiatan berlangsung cukup lancar, hal ini dapat dilihat dari :
    98% guru-guru ngaji hadir pada kegiatan ini
    Mendapat dukungan dari pemerintahan Desa, Kampung serta, DKM
    Pemantapan terselenggara selama 1 hari sesuai yang direncanakan
    Peserta dapat mengikuti dengan baik dan terlibat aktif dalam pemantapan baik dalam  teori maupun simulasi kegiatan.

Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta ( P : 5, L : 8 ) terdiri dari guru-guru ngaji dari RW 07 dan 16 ( nama-nama peserta terlampir ).

 

3. Tujuan Pemantapan.


Pelatihan ini bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kapasitas guru dalam memahami proses KBM Metoda Iqra.
2. Meningkatkan kapasitas guru dalam metoda dalam pelaksanaan KBM Metoda Iqra.

Tujuan pelatihan pada umumnya tercapai hal ini dapat dilihat pada proses pemantapan dimana peserta telah memahami :
a. Arti Sikap Postif yang harus dimiilki oleh seorang pendidik/guru, seperti sabar, penyanyang, tanggung jawab, teladan, ramah dll.
b. Peserta faham bagaimana membangun sikap positif dikelas supaya rasa percaya diri anak akan tumbuh dan lebih baik..
c. Peserta memahami dan menyadari bahwa pentingnya materi-materi yang akan diberikan pada anak lebig terprogram dengan benar.
d. Peserta memahami perlunya metoda-metoda yang menarik sehingg anak menjadi senang dalam mengikuti pengajian.
e. Kegiatan pemantapan merupakan salah satu langkah dalam membuat wadah kegiatan pendidikan islam anak yang lebih bersatu tidak terpisah-pisah seperti saat ini.

 

4. Materi dan Metode Pemantapan.

Materi pemantapan ini antara lain :


1.    Sikap Menjadi Seorang Pendidik

-    Peserta diajak untuk memikirkan nilai/sikap positif yang dimilki selama ini , kemudian peserta saling memberikan nilai positif yang terlihat oleh setiap peserta kepada peserta lainnya.
-    Kemudian peserta diajak untuk menerawang kembali ke 20 tahun kebelakang dan memikirkan orang yang mempangaruhi hidup mereka, memberikan nilai positif apa yang dimilki orang tersesbut sehingga menjadi panutan dalam proses menjalani hidup peserta.

Catatan Hasil pemikiran peserta panutan/idola orang yang mempengaruhi hidup peserta :
-    Orang tua
-    Guru di sekolah dan Guru Ngaji di Pesantren
-    Kakak
-    Suami
-    Sahabat
-    Kakek

Nilai-nilai positif panutan/idola peserta adalah :
-    Penyabar
-    Penyayang
-    Tanggung jawab
-    Teladan
-    Ramah

Kesimpulan :
•    Peserta mempunyai idola/panutan masing-masing yang telah mempengaruhi hidupnya.
•    Peserta sepakat bahwa pendidik jika ingin menjadi idola/teladan/contoh bagi anak didik harus mempunyai sikap/nilai positif penyabar, penyayang, tanggung jawab, teladan dan ramah.

 

2.    Anak didik/Murid.

Peserta diajak untuk diskusi apa kebutuhan dasar anak untuk menjadikan anak yang mempunyai kepercayaan diri yang baik.
Kebutuhan dasar anak :
-    Difahami
-    Disayangi
-    Dihargai
-    Aman
-    Nyaman
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas seorang pendidika pantang memberikan penilaian yang kurang baik terhadapa anak seperti :
-    Tidak mengatakan anak bodoh dll
-    Tidak menghukum anak di depan anak-anak yang lain
-    Tidak merendahkan anak di depan anak yang lainnya

Selalu memberikan pujian kepada anak, yaitu pujian :
-    Pujian specifik tidak menimbulkan pemikirian pada anak kembali
-    Pujian yang jujur, tidak bohong sesuai dengan kenyataan
-    Pujian yang tulus, tidak ada kata-kata yang lain dibelakangnya.

3.    Materi TKA-TPA
-    Hapalan doa sehari-hari
-    Hapalan ayat-ayat pilihan
-    Membaca Iqra jilid  1-6
-    Tatacara wudhu dan Shalat
-    Cerita sahabat nabi
-    Kisah 25 nabi dan rasul

4.    Metoda yang akan diberikan pada proses KBM
-    Bercerita
-    Menyanyi
-    Pemutaran film
-    Permainan, dll
Guru-guru memerlukan adanya kegiatan khusus dalam penerapan metode yang akan dilaksanakan pada proses KBM nanti.

5.    Rencana Tindak Lanjut
-    Pemilihan pengurus TKA-TPA Al-Musyawarah sampai dengan adanya SK dari Kepala Desa Suntenjaya.
-    Pertemuan guru-guru untuk pembagian tugas dalam pelaksanaan KBM nanti
-    Penyusunan materi kegiatan dan waktu kegiatan
-    Pendataan anak-anak
-    Rabu tanggal 17 Januari 2018 mulai mempraktekan KBM Metoda Iqra

6.    Penggalian Informasi Pendidikan lingkungan
Tujuan FGD adalah untuk mendapatkan informasi presfektif orang dewasa dan anak-anak terhadap lingkungan di Kampung.
Audien yang hadir ada 21 orang, dewasa 13 orang, anak-anak 8 orang.
Pertanyaan yang diberikan pada kegiatan FGD ini adalah :
-    Dimana tempat yang paling nyaman, kemudian alasannya mengapa....?
-    Dimana tempat yang paling tidak nyaman dan aman menurut audiesn, kemudian alasanya mengapa...?
-    Apa harpaan audiesn pada Kampunya sendiri, kemudian apa yang harus diperbaiki dan dipertahankan/dipelihara...?

 

LokasiNyamanTidak NyamanPerlu diperbaiki dan dijagaKeterangan

Rumah

6 orang
Cecep dodi : Dirumah karena masih ada halaman msaih bisa melihat pemandangan

Onda : Di rumah bisa canda tawa dengan keluarga

Anggi : dirumah atau dirumah Dian bisa melihat kota

Siti Aryanti : Dirumah , karena bisa melihat pemandangan dan kota-kota


Diana :di depan rumah, karena bisa melihat semua kampung sekecamatan lembang.

 

2 orang
Anita : Diperbaki rumah keluarag kita,jagalah lingkungan kita.

Aminiti Hutami : idem    

 Kandang Sapi

2 orang
Sri Dewi Rahayu : Tempat yang gak nyaman di kandang sapi karena banyak kotoran sapinya


Ai Fian : Dikandang sapi karena bau kotorannya

  Sungai/Air terjun

5 orang 
Sri Dewi R : Tempat yang nyaman karena ada air terjun dan tempat bermain dan banyak pepohonan.

Aminiti Hutami : Tempatnya ramai dan seru banyak pengununjungnya, sangat nyaman

Laura Dwi Rianti : Dicurug ramai dan indah, banyak orang disitu dan bermain.

Ripa Erlinda : Curug sangat indah, banyak pengunjungnya dan nyaman.

Anita Sari : Tempatnya ramai dan seru banyak pengununjungnya, sangat nyaman

2 orang
Siti Aryanti : Dicurug banyak batu dan pepohonan

Anggi : Dicurug karena banyak bebatuan, pepohonan dingin dan gelap

  Hutan/Gunung1 orang
Dewi : Pasir Nini, bisa melihat pemandangan yang indah

5 orang
Aminiti Hutami : Dihutan ituh suka disuruh menanam pisang sama burkoli banyak sayur-sayuran

Anita Sari : Dihutan itu tidak nyaman banyak nyamuk, banyak sekali pohon tumbang, banyak sekali menanam sayur-sayuran dan buah-buahan

Ai Fina : Digunung tempatnya gelap, sepi,.

Diana : Karena tempatnya dingin dan gelap, banyak pohon, tidak bisa melihat pemandangan

Andi Ahmad : Dihutan Pinus

2 orang
Laura Dwi Rianti : Hutan harus harus dijaga karena banyak pohonnya, 

Ripa Erlinda : Hutan harus dijaga dan diperbaiki supaya hutan menjadi bagus    

 Mesjid

5 orang
Mimin : Terhibur karena anak-anak dan merasa nyaman

Ira : Ingat belajar ngaji sama teman-teman

Roni : Karena merasa tenag dan tentram

Nuno : mendekatkan diri pada sang kholik

Ade Komara : Jika berada dalam mesjid hati pikiran, dan jugapun merasa tenang juga nyaman, terasa tanpa ada beban apapun

 

4 orang
Diana : Mesjid karena sudah rusak dan tidak ada kamar mandinya

Andi Ahmad : Mesjid

Onda : Mesjid

Siti Aryanti : Mesjid

Sri Dewi Rahayu : Mesjid agar tidak rusak    
Tempat sampah

 Tempat sampah

5 orang
Tempat sampah karena bau dan kotor
Di buleng karena banyak sampah berserakan
Buleng penampungan air , pencemaran lingkungan ( Air minum )


Cecep Dedi : Tempat sampah, bau, tidak enank dipandang
Tempat sampah deket buleng bau dan kotor

5 orang
Pencemaran lingkungan
Di Buper supaya tidak ada lagi yang buang sampah sembarangan.
Tempat sampah menggangu dan polusi udara

Cecep Dedi :Tempat sampah tidak nyaman dan kotor

Ai Fina : Tempat sampah harusnya tidak ada

 

Lapangan Bola Voly    

Kebun

5 orang 
Salsabila : di kebun tempatnya gelap karean banyak pohon besar dan sepi

Ripa Erlinda : Di kebun banyak seranggnya jadi aku gak mau.

Laura Dwi Rianti : Aku tidak suka dikebun karena dikebun aku suka disuruh mulu, dan juga banyak nyamuk..aku paling tidak suka dikebun.
Onda : Kebun orang lain jenuuh....

 

 

Lainnya

2 orang
Andi Ahmad : Dilingkungan RT.03 karena bisa lihat pemandangan

Al-fina : didekat rumah dian karena bisa melihat pemandangan ke arah lembang dan gunung

 

3 orang

A : Masalah Pendidikan dan SDMnya
B : Yang perlu dijaga kelsetarian alam dan adat/budaya 

Ripa Erlinda : Harus mnejaga lingkungan tidak buang sampah sembarangan

 

Bumi Perkemahan 2 orang
Banyak Makam
Banyak Sampah  

Jalan 

6 orang
Anggi : Jalan yang harus diperbaiki adalah jalan dari mesjid

Diana : Jalan rusak dan belum selesai

Siti Aryanti : Jalan

Sri Dewi Rahayu : Jalan harus diperbaiki

Al Fina : Jalan sudah rusak perlu diperbaiki

Ripa Erlinda : Jalan harus diperbaiki

 


Hasil dari FGD dapat diambil kesimpulan bahwa tempat yang nyaman :
1.    Rumah merupakan tempat yang nyaman bagi warga sebagai tempat untuk berkumpul dengan keluarga, melihat pemandangan
2.    Mesjid tempat untuk menentramkan hati dan pikiran serta mendekatkan diri pada sang Khalik. ( Ibadah ), sehingga perlunya adanya pemeliharan dan perbaikan bagi mesjid yang sudah rusak.
3.    Air Terjun Cibodas merupakan tempat yang nyaman sebagai sarana kebutuhan hiburan warga sesuai dengan kondisi lingkungan pedesaan, dan masih banyak terdapat tempat-tempat saran hiburan alam yang belum dikelola dengan baik.

Hasil dari FGD tempat/lokasi yang paling tidak nyaman adalah :
1.    Tempat sampah menjadi perhatian audiens karena mencemari lingkungan serta tidak enak terlihtanya sehingga memerlukan perbaikan atau penangan sampah tersebut.
Kesadaran untuk membuang dan pengelolaan sampah pada warga perlu diberikan sutu bimbingan dalam hal pemanfatan, pemilahan, dampak dan lain sebagainya.
2.    Di Kebun menjadi tidak nyaman karena hanya sebagai tenaga buruh kebun orang lain menjadi jenuh dan bosan, ada merasa selalu disuruh orang tua untuk ke kebun membantunya,banyak serangga. 
Serangga yang ditakuti anak masih belum jelas karena beberapa serangga tidak selau merugikan tetapi menjadi indikator untuk kesuburan tanah dan lainnya.
3.    Di Gunung/Hutan, audiens banyak memberikan penilaian bahwa di hutan/gunung telah terjadi pengalihan fungsi lahan menjadi kebun–kebun sayuran sehingga perlu adanya penyadaran pada warga tentang pentingnya hutan bagi kehidupan dimasa yang akan datang.
Persepsi warga terhadap manfaat dari hutan sebagai penangkap air dan keseimbangan ekologi bagi kehidupan masih kurang.
4.    Kandang sapi yang kotor dan bau hanya ada 2 orang anak yang meyatakan tidak nyaman, dari ini dapat diambil kesimpulan bahwa warga memang belum memahami betul manfaat kebersihan kandang untuk kesehatan, memberikan pakan supaya kotoran sapi tidak berbau.
Pencemaran air dan lingkungan yang diakibatkan kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik dari audiens tidak ada yang memberikan jawaban atau pernyataan baik dari anak-anak ataupun orang dewasa, hal ini karena kebiasaan yang sudah bertahun-tahun dalam kondisi seperti itu sehingga saat ini warga  tidak bisa melihat atau menyadari pencemaran air dan lingkungan kampung akibat kotoran sapi.

5.    Jalan kampung mendapat perhatian antara nyaman dan tidak nyaman tetapi menjadi prioritas untuk perbaikan sebagai sarana warga beraktifitas.

Catatan : Hasil FGD ini belum terlalu dalam tetapi semoga bisa menjadi bahan dasar dalam penyusunan Materi Pendidikan Lingkungan di Kampung Pasir Angling.

 

7. Kemudahan dan Kendala
 

Kemudahan :

1.    Koordinasi dan dukungan yang baik dari Kepala Desa dan pemerintahan kampung Rt.RW dan DKM.
2.    Partisipasi aktif dari peserta selama mengikuti pemantapan.
3.    Kondisi tempat pemantapan yang cukup memadai.
4.    Adanya keterikatan emosi peserta dengan staff Walungan sehingga adanya rasa percaya pada tim Walungan sendiri

Kendala :
1.    Infocus yang kurang jelas sehingga kurang terbaca sama peserta.
2.    Daya listrik tidak kuat sering padam  sehingga proses pemantapan kadang terganggu pada saat persentasi materi.

 

8.    Penilaian Peserta 
a.    Menarik dan bermanfaat bagi kami bisa tahu teknis mengajar dan menyatukan umat
Fasilitator dalam menerangkan mudah difahami dan dimengerti.
b.    Bagi saya cukup menarik dan bermanfaat serta menambah ilmu dan wawasan, terima kasih atas materi yang Abah sampaikan.
c.    Materi yang disampaikan Abah Entis : menarik, bagus dan bermanfaat serta menambah wawasan. Menjadi nambah motivasi saya dan nambah semangat untuk mengajar anak-anak, serta mendapatkan ilmu yang bermanfaat dunia dan ahirat.
d.    Puas bisa dimengerti.
Ilmu pengajaran yang sangat menarik bisa diajarkan kepada anak-anak , tidak membosankan sehingg anak tidak akan bosan 
( Roni ).
e.    Alhamdulillah bagi kami sangat berterima kasih untuk menambah wawasan pengetahuan kami untuk menyampaikan kepada anak didik kami. ( Abah Andi ).
f.    Menarik dan bermanfaat, Alhamdulillah.
g.    Menarik dan bermafaat bagi saya dan mereka, mudah dipelajari dan diingat.
h.    Menarik dan bermanfaat untuk dipelajari serta mudah diikuti dan dimengerti.
i.    Sangat bermanfaat dan menarik.
j.    Alhamdulillah sudah sangat baik, sangat bermafaat untuk perkembangan kemajuan pendidikan anak, khusunya untuk baca Al-Quran.Semoga selanjutnya bisa berjalan dan terealisasi dengan baik dan kontinue.
k.    Bagus, menarik dan sangat bermanfaat.
l.    Sangat bermanfaat dan menarik untuk saya praktekan dalam berbagi ilmu.

67